Tentang Kami PIK R KOMPAS

PIK-R atau Pusat Informasi dan Konseling Remaja merupakan suatu organisasi yang menjadi wadah untuk menampung segala keluhan-keluhan remaja.

Kontak kami

Silahkan hubungi kami di alamat ini

Jauhi penyakityna bukan orangya

Hiv adalah virus yang menyebabkan kekebalan tubuh berkurang atau hilang, sedangkan AIDS adalah suatu kumpulan gejala yang disebabkan oleh HIV.

Kami PIK R peduli HIV dan AIDS

pada tanggal 30 November 2013 PIK R Kompas bergerak menuju Pom Bensin Seyegan untuk memberikan leaflet, stiker dan juga pita merah.

Kami Peduli

Say No To NAPZA, FREESEX, dan HIV-AIDS

Jumat, 02 Mei 2014

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2014 "Pendidikan Untuk Peradaban Indonesia Yang Unggul"

Selamat Hari Pendidikan Nasional Sobat GenRe semua! Yap,  tanggal 2 Mei 2014 adalah hari yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau “Hardiknas”. Tahukah kalian bahwa peringatan hari pendidikan nasional ini di latar belakangi oleh hari kelahiran tokoh pendidikan nasional, yaitu siapa lagi kalau bukan Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau sering dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara yang lahir pada 2 Mei 1889.
            Tema peringatan Hardiknas Tahun 2014 ini, adalah Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul”. Tema itu, mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis dan bersifat kekinian semata, melainkan lebih jauh dari itu, yaitu bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.
                   Terdapat tiga hal yang perlu dan harus dilakukan dalam mewujudkan hal itu, yakni pertama akses mendapatkan pendidikan layak, pemerintah melakukannya dengan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan siswa miskin, bantuan guru daerah terpencil, bantuan perguruan tinggi, rehabilitasi sekolah rusak merupakan program untuk akses mendapatkan pendidikan yang layak.
         Kedua adalah meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, peningkatan kualitas guru dilakukan dengan memberi berbagai pelatihan kepada para guru, baik ditingkat daerah, nasional dan internasional.
           Ketiga adalah penerapan Kurikulum 2013. Menurut Mendikbud, Kurikulum 2013 sebagai upaya membekali anak didik dengan kompetensi utuh, sikap, pengetahuan, dan keterampilan menuju generasi emas yang kreatif, inovatif, produktif, dan bangga menjadi bangsa Indonesia.
             Kompas Ceria berharap semoga mulai sekarang nggak ada lagi yang namanya masalah dalam dunia pendidikan di Indonesia yang berdampak bagi para pelajar-pelajar di Indonesia. Semangat ya Sobat GenRe! Sekali lagi, Selamat Hari Pendidikan Nasional. Tut Wuri Handayani.
Source : Mendikbud 2014

Kamis, 27 Maret 2014

Mari Mengenal Hak Reproduksi Perempuan

Hak reproduksi adalah hak asasi manusia yang dimiliki oleh setiap manusia yang berkaitan dengan kehidupan reproduksinya. Pemerintah berkewajiban untuk melindungi dan menjamin agar hak-hak reproduksi individu tidak dilanggar dan dapat digunakan oleh setiap orang yang memiliki hak tersebut. Masyarakat juga berkewajiban membantu dan menghormati hak-hak reproduksi yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki.
Berdasarkan Kesepakatan Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan tahun 1994 di Kairo, pemerintah Indonesia telah menyetujui 12 hak reproduksi yang di dalamnya termasuk hak-hak reproduksi perempuan:

1.    Hak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi

Setiap perempuan berhak untuk mendapatkan informasi dan pendidikan yang jelas dan benar tentang berbagai aspek terkait dengan masalah kesehatan reproduksi, termasuk banyaknya pilihan alat kontrasepsi yang dapat dipilih oleh perempuan atau laki-laki dan efek samping dari berbagai alat kontrasepsi.
2.    Hak unutk mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi
Setiap perempuan berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan perlindungan yang memadai bagi kehidupan reproduksinya, termasuk agar terhindar dari kematian akibat proses reproduksi, misalnya jaminan kesehatan agar perempuan terhindar dari kematian akibat kehamilan atau melahirkan. Hak ini tidak boleh dibedakan atau didiskriminasikan berdasarkan status perkawinan perempuan atau usia atau status ekonominya. Semua perempuan baik remaja, lajang, maupun yang berstatus menikah berhak untuk mendapatkan dan menikmati hak ini.

3.    Hak unutk kebebasan berpikir tentang hak reproduksi

Setiap perempuan berhak untuk mengungkapkan pikiran dan keyakinannya untuk menjaga kesehatan dan kehidupan reproduksinya tanpa paksaan dan siapa pun.

4.    Hak unutk menentukan jumlah anak dan jarak kelahiran

Setiap perempuan berhak unutk menentukan jumah anak yang akan dilahirkannya serta menentukan jarak kelahiran anak yang diinginkannya, tanpa paksaan dari siapa pun.
5.    Hak untuk hidup, yaitu hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan dan proses melahirkan
Setiap perempuan hamil dan yang akan melahirkan berhak untuk mendapatkan perlindungan , termasuk pelayanan kesehatan yang baik sehingga ia dapat mengambil keputusan secara cepat mengenai kelanjutan kehamilannya bila proses kelahirannya beresiko kematian atau terjadi komplikasi.

6.    Hak atas kebebasan dan keamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksi

Artinya setiap perempuan harus dijamin agar tidak mengalami pemaksaan, pengucilan, dan tekanan yang menyebabkan kebebasan dan keamanan yang diperolehnya tidak dapat digunakan, termasuk kebebasan memilih alat kontrasepsi yang dianggappnya paling aman.

7.    Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk , termasuk perlindungan dari perkosaan, kekerasan, penyiksaan, dan pelecehan seksual

Setiap perempuan berhak untuk dilindungi dari ancaman bentuk-bentuk kekerasan yang dapat mmenimbulkan penderitaan secara fisik, seksual, dan psikis yang mengganggu kesehatan fisik, mental, dan reproduksinya.

8.    Hak untuk mendapatkan manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan yang terkait dengan kesehatan reproduksi

Setiap perempuan berhak untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi, misalnya informasi yang jelas dan benar serta kemudahan akses untuk mendapatkan alat kontrasepsi baru.

9.    Hak atas kerahasiaan pribadi dengan kehidupan reproduksinya

Setiap perempuan berhak untuk dijamin kerahasiaan kesehatan reproduksinya, misalnya informasi tentang kehidupan seksualnya, masa menstruasi, jenis alat kontrasepsi yang digunakan.

10.    Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga

Setiap perempuan berhak untuk menentukan kapan, di mana, dengan siapa, serta bagaimana ia akan membangun perkawinan atau keluarganya.
11.    Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam politik yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi
Setiap perempuan berhak untuk menyampaikan pendapat atau aspirasinya mengenai kehidupan reproduksi secara pribadi atau melalui organisasi atau partai.
12.    Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan berkeluarga dan kehidupan reproduksi
Setiap perempuan berhak untuk terbebaskan dari perlakuan diskriminasi berdasarkan gender/perbedaan jenis kelamin, ras, status perkawinan atau kondisi sosial-ekonomi, agama/keyakinannya dalam kehidupan keluarga dan proses reproduksinya. Misalnya, orang tidak mampu harus mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas, demikian pula remaja yang hamil di luar nikah.

(Serial Pendidikan dan Penyadaran Masyarakat
Informasi Kesehatan Reproduksi Perempuan
Mitra Perempuan, 2002)

Selasa, 11 Maret 2014

PIK-R KOMPAS BERHASIL MENJADI PIK-R TELADAN TAHAP TEGAK TINGKAT KAB.SLEMAN ( LOMBA PIK REMAJA DALAM RANGKAIAN KEGIATAN HARI KELUARGA KE XXI )

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) adalah sebuah program GenRe yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi remaja. Pada rangkaian lomba dalam rangka Hari Keluarga XXI tingkat Kabupaten Sleman , BKBPMPP pada hari kamis 13 Februari 2014 mengadakan lomba seleksi PIK R se-Kabupaten sleman.Kategori yang dilombakan PIK R Tahapan Tumbuh, Tegak dan Tegar.Dengan harapan Remaja yang ada di Sleman bisa menjadi remaja tegar yang terbebas dari TRIAD KRR ( Permasalahan Sexualitas ,Napza , HIV dan AIDS )

Perwakilan PIK-R KOMPAS


       Pemaparan dari peserta


 Tes Administrasi dan Wawancara

Dewan Juri


Adapun hasil Lomba sebagai berikut:
  • Terbaik tahap TEGAR diraih oleh PIK-R Genderang Kec Ngaglik
  • Terbaik tahap TEGAK diraih oleh PIK-R Kompas Kec Seyegan
  • Terbaik tahap TUMBUH diraih oleh PIKR Wicaksana Kec Kalasan
PIK-R yang menjuarai pada setiap tahapan akan mewakili Kabupaten pada perlombaan Tingkat Provinsi akhir Maret 2014.

Semoga PIK-R KOMPAS bisa terpilih menjadi PIK-R Teladan Tahap TEGAK Tingkat Provinsi, sehingga akan mewakili Yogya ke tingkat Nasional. Amin.

Senin, 20 Januari 2014

Dokumentasi PIK R KOMPAS

Dokumentasi PIK R KOMPAS dapat di download  disini

Dokumentasi PIK R KOMPAS senam masal di download disini

Minggu, 01 Desember 2013

Hari HIV dan AIDS sedunia bersama PIK R KOMPAS


PIK R Kompas, Yogyakarta : Pada tanggal 30 Novermber 2013 pukul 15.30 WIB, teman-teman dari PIK R Kompas mengadakan acara pembagian leaflet, stiker dan pita merah di Pom bensin Seyegan dalam rangka memperingati Hari HIV dan AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2013.
acara ini disambut baik oleh masyarakat Seyegan yang sedang membeli bensin di Pom Bensin tersebut. Diharapkan dengan adanya acara ini semoga pemahaman masyarakat akan bahaya HIV dan AIDS dapat lebih meningkat sehingga adapat mengurangi angka penyebaran HIV dan AIDS di seyegan. 

Kontak Kami


Anda dapat menghubungi kami via sms, telepon, email atau facebook pada alamat :

  • sms / telepon di no  : 081931187467
  • email                      : pikrkompas@gmail.com
  • facebook                : PIK-R Kompas
  • Twiter                    :  pikrkompas

Sabtu, 30 November 2013

HIV dan AIDS




HIV adalah virus yang menyebabkan kekebalan tubuh berkurang atau hilang sedangkan  AIDS adalah suatu kumpulan gejala yang disebabkan oleh HIV.
hingga kini HIV belum ditemukan obatnya.

Asal dan Penemu HIV dan AIDS :
belum diketahui dari mana dan kapan HIV dan AIDS muncul,

Penemu HIV dan AIDS adalah :
1. Dr. Luc Montaigner, dkk
2. Dr. Robert Gallo
3. J. Levy
4. Komisi Taksonomi International

Tanda-Tanda AIDS (fase 3/AIDS) :
1. Penurunan 10% BB dalam 1 bulan tanpa sebab yang jelas
2.Diare lebih dari 1 bulan tanpa sebab yang jelas
3.Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
4.Batuk yang tidak sembuh-sembuh
5.Kulit gatal di seluruh tubuh
6.Infeksi jamur kandida pada mulut, lidah atau tenggorokan
7.Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan

PENULARAN

Siapa saja yang berperilaku beresiko?
1.Penampilan luar tidak menjamin bebas HIV
2.ODHA (+) terlihat sehat dan merasa sehat
3.Jika belum tes HIV, orang tidak sadar jika sudah tertular dan bisa menularkan HIV pada orang lain
4.Tes HIV merupakan satu-satunya cara mendapatkan kepastian tertular HIV atau tidak

Perilaku beresiko menularkan HIV dan AIDS :
1.Menggunakan jarum dan peralatan yang tercemar HIV
2.Mengidap penyakit/infeksi menular seksual
3.Berhubungan seks melalui anus
4.Pekerja Seks Komersial  (PSK dan pelanggan)
5.Hubungan seksual berganti-ganti pasangan

Media Penularan :
1.Darah
2.Cairan Sperma
3.Cairan Vagina

Bagaimana Cara Penularannya?
1. Hubungan seks tidak aman :
          a. Berganti-ganti pasangan
          b. Tidak menggunakan kondom
2. Transfusi Darah
          a. Menggunakan darah yang tercemar virus HIV
3. Penggunaan Jarum Suntik
          a. Menggunakan jarum suntik yang tidak steril (tercemar virus HIV)
          b. Menggunakannya secara bergantian
4. Ibu Hamil kepada bayinya
          a. Antenatal (sebelum bersalin, melalui plasenta)
          b. Intranatal (ketika bersalin, melalui cairan vagina)
          c. Postnatal (setelah bersalin, melalui air susu ibu)

HIV tidak menular melalui:
  1. Kontak sosial dari satu orang ke orang di rumah, tempat kerja, tempat umum lainnya
  2. Makanan, udara dan air (kolam renang, toilet, dll)
  3. Gigitan serangga/nyamuk
  4. Batuk, bersin, meludah
  5. Bersalaman, menyentuh, berpelukan atau cium pipi
Cara Pencegahan HIV secara Umum :

Abstinence = tidak berhubungan seks
Be faithful = saling setia pada pasangan
Condom = gunakan kondom dengan benar
Drugs = tolak pengunaan NAPZA
Equipment = jangan pakai jarum suntik bersama

Pencegahan HIV untuk Pengguna NAPZA terutama IDU (Injection Drugs User) / Penasun Pengguna Jarum Suntik :
  1. Berhenti menggunakan NAPZA sebelum terinfeksi HIV
  2. Atau paling tidak, tidak memakai jarum suntik
  3. Atau paling tidak, sehabis dipakai,jarum suntik langsung dibuang
  4. Atau paling tidak, sterilkan jarum, jika pakai jarum yang sama
Pencegahan HIV  untuk Remaja :
  1. Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
  2. Mencari informasi yang lengkap dan benar 
  3. Diskusi secara terbuka permasalahan  pada ortu/teman/orang yang paham
  4. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang , jarum suntik, tato dan tindik
  5. Tidak kontak langsung percampuran darah dengan orang yang sudah terpapar HIV
  6. Menghindari perilaku tidak sehat dan tidak bertanggung jawab
Pengobatan HIV dan AIDS :
Sampai detik ini belum ada obat-obatan yang menyembuhkan HIV
Ada beberapa kasus menyatakan bahwa HIV dan AIDS dapat disembuhkan. Setelah diteliti, pengobatannya tidak dilakukan dengan standar medis, tetapi dengan pengobatan alternatif (Buah Merah, Nanas)

Upaya Pengobatan :
1. Obat antiretroviral (ARV) untuk menghambat perkembangbiakan HIV dalam sel CD4 sehingga tubuh tetap terjaga dan memperbaiki kualitas hidup: AZT, Didanoisme, Zaecitabine, Stavudine
2. Obat infeksi oportunistik adalah obat yang digunakan untuk penyakit yang muncul  sebagi efek samping rusaknya kekebalan tubuh, sesuai jenis penyakit: Kotrimoksazol dosis tinggi untuk mengatasi Pneumonia Pneumocystis carinii dan radioterapi pada Sarkoma Kaposi

Kriteria Pemberian Obat ARV :
  1. Jumlah CD4 diatas 350 sel/mm3, pengobatan belum perlu, namun dimonitor ketat
  2. Jumlah CD4 antara 200-350 sel/mm3, pertimbangkan untuk mulai pengobatan
  3. Jumlah CD4 kurang dari 200 sel/mm3, pengobatan, ada infeksi oportunistik